Selasa, 31 Januari 2012

TANAH (PEDOSFER)

Tanah merupakan salah satu faktor yang terpenting bagi kehidupan manusia, sebagaimana kita lihat segala kebutuhan hidup manusia dari produk yang bahan-bahannya hampir seluruhnya tersedia di dalam tanah. Di seluruh permukaan bumi terdapat aneka macam tanah dari yang paling gersang sampai yang paling subur, berwarna putih, merah, coklat, kelabu, hitam dan berbagai ragam sifatnya.
Ilmu yang mempelajari tanah disebut pedologi. Tanah (soil) adalah lapisan  tipis kulit bumi yang terletak di permukaan bumi paling atas yang terbentuk dari hasil pelapukan dan pengahancuran batuan induk (bahan anorganik/mineral) dan tumbuhan/hewan (bahan organik) yang telah membusuk yang merupakan media bagi tumbuhnya tanaman. Syarat utama terbentuknya tanah ada dua, yaitu:
a)   Tersedianya bahan asal/batuan induk
b)   Adanya faktor yang mempengaruhi batuan asal
read more

Proses Pembentukan Tanah
Proses pembentukan tanah sebenarnya dapat dibedakan menjadi proses pelapukan dan proses perkembangan tanah. Proses pelapukan merupakan proses hancurnya bahan induk, baik secara fisik, kimia, maupun biologi. Proses perkembangan tanah merupakan proses pembentukan horizon tanah.
Faktor-faktor yang berpengaruh dalam proses pembentukan tanah ada lima faktor, yaitu:
a.   Bahan induk
Bahan induk adalah bahan yang akan terbentuk menjadi tanah. Bahan ini dapat berupa batuan dan bahan organik. Batuan yang dapat membentuk tanah adalah seperti batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Sedangkan bahan organik adalah bahan yang berasal dari sisa-sisa organisme hidup, baik hewan maupun tumbuhan.
b.   Iklim
Iklim merupakan faktor utama pembentuk tanah. Sedangkan unsur utama iklim yang berperan penting dalam proses pementukan tanah adalah suhu udara dan curah hujan.
c.   Organisme
Organisme yang dimaksud adalah hewan dan tumbuhan. Organisme sangat berpengaruh pada proses pembentukan tanah, baik sebagai bahan induk maupun pembentuk tanah.
d.   Relief
Pembentukan tanah akan lebih cepat jika terjadi di daerah yang memiliki relief datar. Pada lereng yang semakin curam maka erosi semakin hebat, sehingga mengganggu proses pembentukan tanah. Pada tanah yang datar infiltrasi air hujan juga besar sehingga proses pembentukan tanah akan semakin baik.
e.   Waktu
Semakin lama waktu pembentukan tanah maka akan semakin tebal pula tanah yang terbentuk. Dalam satu tahun rata-rata  pembentukan tanah hanya sekitar 3 mm. Mohr membedakan lima tahap pembentukan tanah, yaitu sebagai berikut:
- Tahap permulaan, bahan induk masih belum mengalami pelapukan;
- Tahap juvenil, proses pelapukan sudah mulai berjalan;
- Tahap viril, proses pelapukan optimum;
- Tahap senil, proses pelapukan sudah berlanjut;
- Tahap akhir, proses pelapukan sudah berakhir.
Tanah terbentuk dari percampuran komponen penyusun tanah yang bersifat heterogen dan beranekaragam. Ada 4 komponen utama penyusun tanah yang tidak dapat dipisahkan dengan pengamatan mata telanjang yaitu:
1. Bahan mineral
2. Bahan organik
3. Air
4. Udara.
Ciri Tanah
Tanah memiliki sifat fisika, kimia dan biologi yang mencirikannya. Ciri-ciri tanah dapat digunakan  untuk menentukan jenis tanah.
Sifat Fisika Tanah
Ciri tanah berdasarkan sifat fisiknya meliputi: tekstur, struktur, konsistensi, warna, suhu, lengas, udara, porositas, permeabilitas dan drainase tanah.
1)  Tekstur tanah
Tekstur tanah adalah perbandingan partikel pasir, debu dan lempung dalam suatu massa tanah. Partikel pasir berdiameter 0,05 – 2 mm, partikel debu berdiameter 0,002 – 0,05 mm, dan patikel lempung berdiameter  ± 0,002 mm.
2)  Struktur tanah
Struktur tanah adalah susunan atau pengikatan butir-butir tanah yang membentuk agregat tanah dalam berbagai bentuk, ukuran dan kemantapan. Kegiatan petani seperti pembajakan, pemupukan dan pengolahan tanah dapat mengubah struktur tanah asli. 
3)  Konsistensi tanah
Konsistensi tanah adalah sifat fisik tanah yang menyatakan besar kecilnya gaya kohesi dan adhesi dalam berbagai kelembaban. Konsistensi tanah dipengaruhi oleh tekstur, kadar bahan organik, kadar koloid, dan terutama lengas tanah.
4)  Warna tanah
Tanah memiliki warna yang bermacam-macam, perbedaan warna tanah tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kadar bahan organik, kadar mineral dan lengas (kelembaban) tanah. Semakin tinggi kadar bahan organik, semakin gelap atau hitam warna tanah. Mineral kapur, kaolin, kuarsa, dan feldsfar menambah putih warna tanah. Zat besi dan hematite, magnetik dan limonit member warna merah , coklat atau kuning pada tanah. Semakin tinggi tingkat kelembaban tanah, semakin gelap warna tanah
5)  Suhu tanah
Suhu tanah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kegiatan mikrobiologi dan percambahan jenis tanaman. Secara umum, semakin tinggi suhu sampai batas tertentu makin meningkatkan mikrobiologi dan percambahan biji tanaman.
6)  Lengas tanah
Lengas tanah adalah air yang mengisi sebagian atau seluruh pori-pori tanah yang berada di atas muka air tanah. Air yang terdapat di pori-pori tanah yang jenuh air dan air tanah tidak termasuk dalam lengas tanah.
7)  Udara tanah
Akar tanaman membutuhkan udara (O2) untuk bernapas, udara tanah dipengaruhi oleh genangan air, beberapa tanaman, seperti padi sawah, kangkung, dan bakau tidak terpengaruh genangan air karena memiliki akar napas.
8)  Porositas tanah
Porositas tanah adalah perbandingan pori-pori dalam tanah dengan volume massa tanah yang dinyatakan dalam persen. Tanah yang mudah atau yang cepat meresapkan air disebut tanah porous karena memiliki rongga pori-pori yang dominan. Tanah yang bertekstur pasir bersifat porous. Tanah yang bertekstur lempung tidak porous.
9)  Permeabilitas tanah
Permeabilitas tanah adalah kecepatan air merembes ke dalam tanah ke arah horizontal dan vertikal melalui pori-pori tanah atau pula dapat diartikan dengan kecepatan tanah meresapkan atau meloloskan air dalam keadaan jenuh. Kecepatan perembesan air dipengaruhi oleh tekstur tanah.
10) Drainase tanah
Drainase tanah adalah kemampuan tanah mengalirkan dan mengatuskan kelebihan air yang berada dalam tanah maupun pada permukaan tanah. Air berlebihan yang menggenangi tanah disebabkan oleh pengaruh topografi, air tanah yang dangkal, dan curah hujan. Untuk mengatasi sifat drainase yang buruk dilakukan dengan membangun selokan-selokan.

Sifat Kimia Tanah
Tanah selaku tubuh alam, mempunyai komposisi kimia berbeda-beda, penentu sifat kimia tanah antara lain berupa kandungan bahan organik, unsur hara, dan pH tanah.
1)  Bahan organik
Bahan organik tanah terdiri atas sisa-sisa tanaman dan hewan dalam tanah, pupuk hijau, kandang dan kompos, dan juga kotoran dan lendir serangga, cacing serta binatang besar lainnya. Kandungan bahan organik dapat dikenali dari warna tanah, pada tanah yang mengandung bahan organik tinggi akan memberikan efek warna tanah coklat hingga hitam.
2)  Unsur hara
Unsur-unsur kimia yang dibutuhkan tanaman disebut unsur hara. Unsur hara dimanfaatkan tanaman sebagai makanan (Nutrien). Selain oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2) tanaman yang membutuhkan unsur hara penting (Esensial) yang diserap dalam tanah. Unsur hara terdiri atas unsur hara makro dan mikro.
Tabel unsur hara tanah
Unsur hara makro
Simbol kimia
Unsur hara mikro
Simbol kimia
Nitrogen
Fosfor
Kalium
Magnesium
Kalsium
Belerang
N
P
K
Mg
Ca
S
Besi
Seng
Tembaga
Molidenum
Boron
Klorin
Kobalt
Fe
Mn
Zn
Mo
B
Cl
Co

3)  pH tanah
pH tanah atau derajat keasaman dibedakan atas asam, netral, dan basa.

Tanah
pH (H2O)
Tanah
pH (H2O)
Luar biasa asam
Asamsangat kuat
Asam kuat
Asam sedang
Agak asam
± 4,5
4,5 – 5,0
5,1 – 5,5
5,6 – 6,0
6,1 – 6,5
Netral
Agak basis
Basis sedang
Basis kuat
Basis sangat kuat
6,6 – 7.3
7,4 – 7,8
7,9 – 8,4
8,5 – 9,0
± 9,0

4)  Sifat biologi tanah
Massa tanah tersusun oleh zat padat, zat cair, dan gas. Zat padat yang membentuk tanah terdiri atas partikel-partikel tanah, bahan organik, dan jasad hidup atau organisme tanah, organisme tanah dapat digolongkan menjadi golongan tumbuhan dan golongan hewan dalam ukuran yang kecil sampai besar. Golongan tumbuhan antara lain: bakteri, fungi (jamur), laga (ganggang), akar tanaman. Golongan hewan antara lain: protozoa, nematoda, serangga, kaki seribu, cacing tanah, siput darat, tikus, dan marmut.
5)  Profil tanah
Tanah merupakan tubuh alam tiga dimensi yaitu mempunyai penyebaran kearah vertikal dan kearah horizontal mengikuti topografi bumi. Penampang vertikal tubuh tanah disebut profil tanah, yang memperlihatkan kenampakan adanya lapisan-lapisan tanah yang kurang lebih sejajar dengan permukaan tanah disebut horizon tanah.
Lapisan tanah secara umum sebagi berikut:
             -        Horizon O
Merupakan lapisan permukaan, terdapat banyak akar tanaman dan hewan tanah. Lapisan ini kaya akan humus terdiri dari beberapa horizon dan berwarna gelap
             -        Lapisan atas (horizon A)
Lapisan ini berada paling atas. Pada umumnya mengandung bahan organik karena merupakan tanah muda yang baru terbentuk. Lapisan ini sangat dipengaruhi oleh kondisi permukaan tanah serta ditandai dengan adanya zona perakaran dan kegiatan jasad hidup tanah.
             -        Lapisan tanah bawah (horizon B)
Lapisan ini juga mengandung bahan organik tetapi jumlahnya lebih sedikit dibandingkan lapisan tanah atas. Pada lapisan ini merupakan zona pengendapan partikel tanah yang tercuci dari horizon A
             -        Regolit (batuan induk terlapuk) atau horizon C
Pada lapisan ini tanah sudah terbentuk tetapi masih menunjukkan struktur batuan induk.
             -        Batuan induk (bedrock) atau horizon D
Batuan ini merupakan batuan yang masih padu dan keras.
Jenis-Jenis Tanah Di Indonesia
Faktor-faktor pembentukan tanah yang saling berkaitan mengahsilkan tanah dan sifat yang berbeda-beda, berdasarkan sifat tanah dan faktor pembentukannya, tanah diklasifikasikan menjadi beberapa jenis:
1.  Tanah Alluvial
Tanah yang terbentuk dari material halus hasil pengendapan aliran sungai di dataran rendah atau lembah. Tanah bersifat subur. Tanah aluvial terdapat di pantai timur Sumatera, di pantai utara Jawa, dan disepanjang Sungai Barito, Mahakam, Musi, Citearum, Batanghari dan Bengawan Solo.
2.  Tanah Vulkanis
Tanah yang berasal dari pelapukan batuan-batuan vulkanis. Tanah bersifat subur. Persebarannya di Jawa, Sumatera, dan Bali.
3.  Tanah Humus
Tanah yang berasal dari tumbuhan-tumbuhan yang telah membusuk. Tanah bersifat subur. Persebarannya di Kalimantan, Jawa, Sumatera, Sulawesi, Irian jaya.
4.  Tanah Organosol
Tanah yang berasal dari proses pembusukan dari sisa-sisa tumbuh-tumbuhan rawa. Persebarannya di rawa Sumatera, Kalimantan, Papua.
5.  Tanah Andosol
Tanah yang berasal dari abu gunung berapi. Tanah andosol terdapat di lereng-lereng gunung api. Seperti daerah Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Halmahera, dan Minahasa
6.  Tanah Latosol
Tanah yang banyak mengandung zat besi dan aluminium, tanah ini sudah sangat tua sehingga kesuburannya rendah. Tanah latosol yang mempunyai sifat cepat mengeras apabila tersingkap atau berada di udara terbuka disebut tanah laterit. Persebarannya di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua.
7.  Tanah Kapur (karst)
Tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan kapur di pegunungan kapur yang berumur tua. Persebarannya di perbukitan kapur Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.
8.  Tanah Pasir
Tanah yang berasal dari batu pasir yang telah melapuk berupa sand dune (bukit pasir) di pantai-pantai pasir. Tanah ini miskin dan kadar airnya sedikit.
9.  Tanah Regosol
Tanah berbutir kasar berasal dari material gunung api, tanah regosol merupakan tanah aluvial yang baru diendapkan dan tanah pasir. Persebarannya di Bengkulu, pantai Sumatera Barat, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat .
10. Tanah Grumosol
Tanah yang terbentuk dari material halus berlempeng dan bersifat subur. Persebarannya di Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, dan Sulawesi Selatan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar