Selasa, 13 Maret 2012

Zona Perairan Laut Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulau kurang lebih 17.000 buah, baik pulau besar maupun kecil. Sementara itu laut merupakan salah satu sumber daya hayati yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penduduk. Ada beberapa macam pembagian laut:

Berdasarkan hukum laut, maka wilayah perairan Indonesia dibagi menjadi:
  1. Zona Teritorial, merupakan wilayah perairan yang secara mutlak dikuasai suatu negara. Zona teritorial ini sejauh 12  mil dari garis pantai pulau terluar yang dihubungkan dengan pulau terluar lainnya. Garis pantai diukur dari tengah-tengah pasang surut air laut pada waktu surut (garis dasar) sampai 12 mil. Zona ini mutlak dikuasai negara sehingga kegiatan dalam bentuk apapun tidak boleh dilewati tanpa izin pemerintah negara yang bersangkutan.
  2. Zona Landas Kontinen, merupakan kaki benua sebagai kelanjutan benua atau pada batas continental slope, tetapi tidak lebih dari 200 mil jaraknya dari pulau terluar.
  3. Zona Ekonomi eksklusif, merupakan zona yang dikuasai pemerintah negara yang bersangkutan yang jaraknya 200 mil dari garis dasar pulau terluar. Akan tetapi, kekuasaan negara hanya dalam bidang ekonomi atau memanfaatkan sumberdaya laut atau dasar laut saja.
Berdasarkan proses terbentuknya
  1. Laut ingresi merupakan laut yang kedalamannya bertambah karena adanya tenaga tektonik vertikal, maka dasar laut patah sehingga dasar laut merosot, misalnya Laut Banda dan Laut Tengah.
  2. Laut transgresi merupakan laut yang permukaaannya bertambah luas dan luas daratan berkurang. Laut ini terjadi sewaktu berakhirnya zaman es, sehingga paparan Sunda dan Sahul menjadi laut, seperti Laut Jawa, Laut Arafuru, dan Selat Karimata.
  3. Laut regresi merupakan laut yang mengalami penyempitan. Ini terjadi pada awal zaman es. Akibat suhu yang semakin rendah maka terjadi pembekuan es, terjadilah laut sempit di kutub. Contoh laut Bering.
 Berdasarkan Letaknya
  1. Laut tepi merupakan laut yang terletak di tepi benua dibatasi oleh dasar laut continental shelf, seperti Laut Bering, Laut Jepang, Laut Cina Timur, dan sebagainya.
  2. Laut tengah merupakan laut yang diapit oleh 2 benua sehingga arus laut pengaruhnya kecil dan arus di laut ini terbentuk secara lokal. Contoh, Laut Mediteran (Eropa-Afrika), Laut Merah (Asia-Afrika), Laut Banda (Asia –Australia), dan lain-lain.
  3. Laut pedalaman merupakan laut yang terbentuk di tengah daratan karena penguapan tinggi, curah hujan rendah, dan tidak ada pelepasan air tersebut ke laut, maka airnya menjadi asin, contoh Laut Mati dan Laut Kaspia.
Pemberian nama laut biasanya didasarkan pada bentuk khusus atau ciri khusus misalnya:
  1. Laut Sargasso, laut tersebut diberi nama demikian karena banyak terdapat rumput sargassum yang mengapung di permukaan Laut Sargasso.
  2. Laut Mediterania, Mediterania artinya “di antara daratan”. Laut tersebut diberi nama Mediterania karena laut dikelilingi oleh daratan. Laut ini memisahkan antara benua Eropa dengan Afrika.
Nama laut selain didasarkan pada letak dan ciri khusus juga ada yang diberi nama berdasarkan pantulan warna air laut. Contoh: Laut Kuning, Laut Hitam, dan Laut Merah. Laut terluas di dunia adalah Laut Cina Selatan 2.974.600 km2

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar